Aktivitas penyelamatan di medan terjal dan berbahaya vertical rescue selama ini sering kali diidentifikasikan sebagai ranah yang didominasi oleh laki-laki. Namun, pandangan tersebut perlahan mulai bergeser. Vertical Rescue Indonesia, secara konsisten membuka ruang inklusif melalui program pelatihan khusus perempuan, yang dikenal dengan nama Vertical Rescue Women course. Program ini dirancang tidak hanya untuk membekali perempuan dengan keterampilan teknis keselamatan, tetapi juga untuk memberdayakan mereka agar mampu mengambil peran aktif dalam operasi pencarian dan pertolongan. Vertical rescue merupakan teknik evakuasi korban dari lokasi atau medan yang sulit dijangkau, seperti tebing terjal, jurang, gedung bertingkat, atau ruang terbatas. Dalam situasi bencana maupun kecelakaan, kebutuhan akan tenaga penyelamat yang terampil sangatlah tinggi dan bersifat universal. Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah Mematahkan stereotip gender dengan membuktikan bahwa perempuan mampu menguasai teknik dan fisik dalam operasi SAR yang menantang. Melatih peserta untuk bekerja dengan aman dan mematuhi prosedur keselamatan kerja di ketinggian. Mempersiapkan perempuan sebagai bagian dari komponen masyarakat yang tanggap darurat saat terjadi bencana alam. Pelatihan ini memadukan teori keselamatan kerja serta praktik lapangan secara intensif di alam terbuka atau fasilitas milik Vertical Rescue Indonesia di Bandung. Kurikulum yang diberikan setara dengan standar kompetensi dasar vertical rescue para peserta mendapatkan keterampilan yang tidak hanya berguna untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk lingkungan masyarakat sekitar. Banyak alumni dari pelatihan ini yang kemudian bergabung dalam tim relawan lokal dan menjadi motor penggerak kesiapsiagaan bencana di daerah mereka masing-masing. Melalui pendekatan yang inklusif ini, Vertical Rescue Indonesia telah berhasil membuktikan bahwa keahlian penyelamatan dapat dimiliki dan dijalankan oleh siapa saja, tanpa memandang gender.