Nyangku di Panjalu



Daerah panjalu ialah sebuah kota kecamatan yang berada di kabupaten ciamis,panjalu terletak sekitar 100 km dari kota bandung..topografi daerah ini merupakan perbukitan dengan daerah persawahan cukup mendominasi..selain kaya akan hasil pertanian,di tempat ini terdapat beberapa lokasi wisata ziarah,di antara nya ialah situ lengkong, di tengah situ lengkong ini terdapat sebuah pulau kecil bernama nusa gede,.di nusa gede inilah terdapat makam raja raja panjalu.
Dari hal ini timbul sebuah pertanyaan mengapa,daerah panjalu sering di datangi para peziarah terutama kaum muslim,.untuk menjawab pertanyaan ini,kita harus sedikit kilas balik,.kerajaan panjalu merupakan sebuah kerajaan termasyur,syahdan menurut cerita yang di yakini oleh keturunan raja panjalu, ketika kerajaan di perintah oleh sanghyang cakradewa,.beliau mempunyai putra bernama sanghyang boros ngora,oleh prabu cakra dewa,boros ngora di perintahkan untuk mencari ilmu,yang berguna bila kelak beliau memimpin kerajaan panjalu, singkat cerita segala ilmu kejayaan telah di dapat boros ngora,namun semua itu tidak menyenangkan ayah handa nya,.sampai kemudian pencarian ilmu nya menuju ke  jazirah arab, di kota mekkah beliau belajar dari sahabat nabi sayidina ali ra,.karean tertarik pada ajaran islam beliau berguru selama bertahun tahun pada sayidina ali ra,.ketika masa berguru nya selesai,beliau di bekali tongkat,pedang serta pakaian haji dari sayidina ali,kemudian boros ngora berjanji menyebarkan agama islam di tanah kelahiran nya,. Dari mekkah tidak lupa beliau membawa air zamzam,.sesampai nya d panjalu air ini kemudian di curahkan dan akhirnya menjadi situ lengkong,..tidak lama kemudian beliau di angkat menjadi raja di panjalu,.keturunan dari sanghyang boros ngora inilah yang kemudian di makam kan di nusa gede,..dari hal ini dapat di simpulkan para peziarah ini mendatangi panjalu,karena di sinilah terdapat makam para penyebar agama islam di jawa barat,.
selain hal ini ada sebuah tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun,.tradisi ini dinamakan nyangku,.biasa nya ritual ini dilakukan pada bulan maulud,malam sebelum puncak acara di gelar berbagai jenis kesenian tradisi seperti pencak silat,gembyung serta berbagai jenis tari tarian.ketika malam semakin larut,tampilah seorang sesepuh ke tengah pagelaran acara,dengan gerak sigap beliau memperagakan berbagai jenis jurus pencak silat.dan ketika penonton terkesima beberapa  orang menghampiri sang bapak yang tengah memperagakan beberapa jurus,sesaat kemudian orang orang tersebut menghantamkan beberapa balok ke kepala sang bapak,ajaib nya balok balok tersebut terbelah,selanjut nya bamboo,serta berbagai macam kayu lainnya mampu dihancurkan sang bapak. Kemudian murid murid sang bapak pun melanjutkan atraksi beliau,bahkan yang ini lebih seru,mereka memainkan sepak bola,dan bola nya terbuat dari buah kelapa yang di bakar,jadi mereka menendang dan menyundul kelapa yang di penuhi bara api,benar atraksi yang memukau,namun semua ini harus di lakukan oleh orang yang ahli di sertai latihan intensif bertahun tahun,apabila orang awam melakukan nya,akan mengakibatkan kecelakaan fatal.
Keesokan hari nya prosesi  nyangku ini di dimulai, dari di arak nya berbagai pusaka kerajaan panjalu,termasuk pemberian sayidina ali kepada sanghyang boros ngora, arak arakan ini menuju ke nusa gede,.biasanya iring iringan bisa mencapai 2 km,selain pusaka di tampilkan juga berbagai kesenian khas panjalu,.setelah di doakan di nusa gede,pusaka2 ini kemudian di bawa kembali menuju alun2 panjalu,.di tempat inilah pusaka2 ini di bersihkan dengan sebuah upacara,.masyarakat dari berbagai daerah tumpek di alun2,selain ,melihat prosesi upacara,konon mereka mempercayai air bekas cucian benda benda pusaka ini bisa mmeberikan berkah,.sehingga bila upacara telah selesai biasa nya mereka berebut meminta air bekas cucian ini,.tentu saja hal ini tergantung bagaimana kita menyikapi ny,.satu hal yang penting dari hal ini,yang perlu  kita teladani,ialah bukan dari hura hura acara nya,namun perjuangan sanghyang boros ngora beserta keturunannya dalam menyebarkan agama islam di jawa barat,.bukan lah hal yang mudah,. diperlukan pengorbanan besar sehingga islam bisa seperti sekarang, Hal lain yang cukup penting ialah, nyangku memiliki nilai strategis,sebagai salah satu benteng pertama kearifan local masyarakat panjalu.yang mereka peroleh melalui proses panjang..sebagai tradisi turun temurun,kegiatan ini selalu mengundang pengunjung dari berbagai daerah,sehingga kemudian dinas pariwisata menetapkan tradisi ini sebagai salah satu kegiatan rutin pariwisata di ciamis,.salah satu alasan ny tentu saja,selain melihat tradisi unik,para pengunjung bisa juga menikmati eksotisme situ lengkong dengan pmndangan indah serta ratusan kelelawar bergelantungan di habitat asli nya.



Post a Comment

0 Comments