Ki Tambleg, Ikon Konservasi Kabupaten Subang

Pohon Ki Tambleg Di Pedesaan Subang

 Kabupaten Subang merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang terletak di bagian utara. Sebagai daerah yang berdekatan dengan pusat-pusat pertumbuhan (Jakarta dan Bandung), Kabupaten Subang sangat strategis, khususnya untuk pengembangan sektor-sektor ekonomi. Sumber daya alam yang dimiliki secara geografis sangat lengkap mulai dari kawasan pegunungan di sebelah selatan, dataran rendah di bagian tengah dan pantai di bagian utara. Dengan keanekaragaman sumber daya alam dan dinamika sosial yang berkembang saat ini Kabupaten Subang sering kali di-sebut sebagai “miniatur Jawa Barat.
            Kabupaten Subang merupakan salah satu kota/kabupaten di Jawa Barat,yang memiliki hutan kota.Hutan kota Ranggawulung begitulah masyarakat setempat menamakannya,hutan kota seluas 14 hektar ini memiliki aneka ragam tumbuhan.Berdasarkan informasi ada sekitar 800 jenis pohon tumbuh disini,pada umumnya pohon endemik Jawa Barat seperti Ki Hujan,Ki Angsana,Mahoni,Pinus,Nangka,Rambutan dan masih banyak jenis lainnya.Fungsi ekologis hutan kota ini ialah sebagai daerah resapan air bagi kota Subang,cadangan air daerah ini diperkirakan mencapai 3 milyar kubik.Selain berbagai hal diatas didalam hutan kota ini telah dibangun beberapa shelter untuk istirahat para pengunjung.Keunikan lainnya telah dibangun pedestrian sepanjang 1 km bagi pengunjung yang gemar melakukan jungle track.
Diameter Pohon Ki Tambleg Sekitar 3 Meter,
diperkirakan usia pohon ini di atas 80 tahun
            Dari hutan kota perjalanan kami lanjutkan menuju pusat kota Subang tepatnya menuju gedung Wisma Karya.Tepat di depan gedung Wisma Karya tumbuh sebuah pohon langka,keberadaan pohon ini didunia hanya ada di kota Subang serta benua Afrika.Keberadaan pohon ini penting sekali,karena jumlahnya semakin sedikit baik di Subang maupun di dunia.Pohon ini dinamakan Ki Tambleg,kadang kala masyarakat setempat menyebutnya dengan pohon Asem Buta.Penamaan Ki Tambleg kuat dugaan karena bentuknya yang membesar kebawah.Dalam bahasa sunda Tambleg diartikan kokoh,cocok sekali dengan tampilan fisik pohon ini.Sebagai informasi pohon yang tumbuh dipusat kota ini,berasal dari Purwadadi.Sejak beberapa tahun lalu sengaja dipindahkan oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Subang ke pusat kota.Sebagai penanda bahwa pohon ini  merupakan ikon konservasi,usia pohon ini diperkirakan dua ratus tahun.
            Selain pohon Ki Tambleg dipusat kota,ada beberapa pohon lainnya diseputaran kota Subang yang berusia ratusan tahun,jumlahnya diperkirakan ada 14 pohon.Beberapa diantaranya akan kita kunjungi diwilayah kecamatan Cipunagara.Disini terdapat tiga pohon Ki Tambleg,salah satunya diperkirakan berusia 800 tahun.Pohon Ki Tambleg atau Asem Buta dalam bahasa latin disebut Adonsonia Digitata,di benua Afrika dikenal pula dengan sebutan Baubab Afrikan.Secara fisik pohon ini sangat menakjubkan,lingkar pohonnya bisa mencapai 20 meter.Biasanya Ki Tambleg berbuah dimusim kemarau,rasa buahnya cukup asam,namun kandungan vitamin C cukup tinggi.Menurut para ahli kandungan vitamin C pada buah Ki Tambleg 7 kali lebih besar dari kandungan vitamin C pada buah jeruk.   
           
Bibit Pohon Ki Tambleg
Sebagai upaya pelestarian pohon Ki Tambleg,sejak beberapa tahun lalu Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Subang telah memulai upaya pembibitan.Dibeberapa tempat kita bisa melihat pohon pohon kecil berusia kurang dari lima tahun tumbuh dengan subur.Untuk pembibitannya cukup mudah,jenis pohon ini bisa tumbuh diberbagai tempat,terutama tempat dengan iklim panas.Satu hal lainnya yang cukup unik ialah, pohon ini akan merontokan daunnya dikala musim kemarau,dan tumbuh dengan cukup banyak daun di musim hujan.Atas hal inilah masyarakat setempat menyebut pohon ini dengan sebutan pohon kehidupan.Untuk menjaga populasi Ki Tambleg,Badan Lingkungan Hidup Subang menyebarkan,bibit bibit pohon ini ke berbagai daerah.Hal ini semata mata dilakukan agar Ki Tambleg semakin dikenal serta tumbuh semakin banyak.
           
           

Post a Comment

0 Comments